Eko Fachtur Rochman

“Orang bodoh yang ingin belajar”

kemarin malam pertandingan yang berat bagi arema setelah 2 kali menang berturut-turut di kandang selama satu minggu ternyata tidak cukup proses pemulihan bagi tim berjuluk singo edan tersebut karena selama proses recovery yang terjadi dalam 2 hari 2 malam sangatlah capek bagi tim arema. seperti di kutip dari bentoel-arema.com sehingga para punggawa arema mengalami anti klimaks. Gol pertama di ciptakan pada menit ke 4 dari servis bola mati di luar kotak penalti yang mampu di manfaatkan secara sempurna oleh Tarikh el janaaby yang pernah memperkuat lini tengah arema pada musim kemarin. Sulaymane Traure dapat membalas kekalahan pada babak pertama di menit ke 20 lewat tendangan spekulasinya gol traure mampu menyamakan kedudukan. hingga peluit panajang pada babak pertama di tiupkan kedudukan masih imbang 1-1. memasuki babak kedua arema bermain total menyerang dan banyak mendapatkan kesempatan, akan tetapi gagal di manfaatkan oleh pemain arema. hingga menit ke 72 gol james debah lewat umpan terobosan imral usman mampu menjadi gol kemenangan atas arema dikandang arema. inilah gol yang menjadi gol kontroversi apakah james debah sudah offside ataukah belum, yang selanjutnya menjadikan kekecawaan arema atas keputusan wasit yang berbuntut kerusuhan saat pertandingan berakhir seperti dikutip pada detik. Ketua panpel pertandingan Mukhlis mengalami luka robek di atas mata nya di karenakan melindungi wasit pada insiden tersebut. kerusuhan kemarin sebenarnya adalah sebuah hal yang tidak harus dilakukan oleh para aremania karena sangat merugikan bagi panitia pelaksana, tim dan aremania itu sendiri.

semoga saja pada kerusuhan pada tanggal 13 september kemarin semoga aremania tidak mendapatkan tambahan sangsi hukuman yang akan di jatuhkan.

Salam satu jiwa satu kata A-R-E-M-A

No Comments :(